Kamis, 02 Mei 2013

RESUM PENGAMBILAN KEPUTUSA MANAJEMEN



PEMBUATAN KEPUTUSAN
Pembuatan keputusan adalah bagian kunci kegiatan manager. Kegiatan ini memainkan peranan penting, terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Seluruh proses perencanaan melibatkan manajer dalam serangkaian situasi pembuatan keputusan. Kualitas keputusan menentukan efektivitas rencana yang di susun. George P. Huber membedakan pembuatan tidak terprogram seperti dalam tabel di bawah ini :
Tabel Teknik teknik pembuatan keputusan tradisional dan modern
Type Type keputusan
Tradisional
Modern
Di program : Keputusan – keputusan rutin dan berulang ulang. Organisasi mengembangkan proses proses khusus bagi penanganannya 
1 Kebiasaan
2 kegiatan rutin : prosedur-prosedur pengoperasian standar
3 struktur organisasi pengharapan umum
Sistem tujuan
Saluran saluran informasi yang disusun dengan baik
1 teknik teknik riset operasi : analisa matematik ; model model simulasi komputer
2 pengolahan data elektronik
Tidak di program : keputusan keputusan sekali pakai , disusun tidak sehat , kebijaksanaan . ditangani dengan proses pemecahan masalah umum
1 kebijakan intuisi, dan kreatifitas
2 coba coba
3 seleksi dan latihan para pelaksana  
Teknik pemecahan masalah yang di terapkan pada :
A . latihan membuat keputusamn
B . penyusunan program – program komputer “heuristik”

Keputusan – keputusan dengan kepastian , resiko , dan ketidak pastian
1.      Dalam kondisi kepastian (cartainty) , para manajer mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, karena tersedia informasi yang akurat , terpercaya dan dapat di ukur sebagai dasar keputusan .
2.      Dalam kondisi resiko (risk) menejer mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungjinan hasil , tetapi informasi lengkap tidak tersedia .
3.      Dalam kondisi ketidak pastian (uncertainty) manajer tidak mengetahui probabilitas bahkan mungkin tidak mengetahui kemungkinan hasil hasil.

Proses Pembuatan Keputusan
A priori adalah anggapan bahwa penyelesaian masalah yang paling logik dan jelas adalah yang lpaling benar .
Tahap tahap dalam proses pembuatan keputusan adalah sebagai berikut : 
Tahap 1 : pemahaman dan perumusan masalah
Tahap 2 : Pengumpulan dan analisa data yang relevan
Tahap 3 : pengembangan alternatif – alternatif
Tahap 4 : evaluasi alternatif – alternatif
Tahap 5 : pemilihan alternatif terbaik
Tahap 6 : implementasi keputusan
Tahap 7 : evaluasi hasil – hasil keputusan
Pohon Keputusan dan Pembuatan Keputusan
Pohon keputusan (decision tree) dikembangkan untuk membantu para manajer membuat serangkaian keputusan yang melibatkan peristiwa – peristiwa ketidakpastian.
Pohon keputusan adalah suatu peralatan yang menggambarkan secara grafik berbagai kegiatan yang dapat di ambil dan hubungan kegiatan – kegiatan ini dengan berbagai peristiwa di waktu mendatang yang dapat terjadi .
Seperti teknik teknik riset lainya , pohon keputusan tidak akan membuat keputusan bagi manajer – kebijakan masih akan di perlukan. Dalam berbagai situasi yang tepat , penggunaan pohon keputusan akan mengurangi kekacauan potensial dalam suatu masalah kompleks dan memungkinkan manajer untuk menganalisa masalah secara rasional .   
KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN
Para manajer akan sulit untuk membuat keputusan-keputusan tanpa melibatkan para bawahan. Para manajer lainnya sangat keras menghindari keterlibatan kelompok, karena mereka merasa bahwa hal itu lambat, tidak praktis dan sering menghasilkan keputusan-keputusan yang kurang berbobot.




Berbagai kebaikan dan kelemahan pembuatan keputusan kelompok.
No.
Kebaikan
Kelemahan
1.
Dalam pengembangan tujuan, kelompok memberikan jumlah pengetahuan yang lebih besar.
Berdasarkan pertimbangan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi, keputusan kelompok sangat memakan biaya.
2.
Dalam penilaian alternatif, kelompok mempunyai kerangka pandangan yang lebih lebar.
Pembuatan keputusan kelompok adalah tidak efisien bila keputusan harus dibuat dengan cepat.
3.
Kreativitas yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu.
Keputusan kelompok, dalam berbagai kasus, dapat merupakan hasil kompromi.

Karakteristik-karakteristik Berbagai Situasi Keputusan
Dua peneliti, Vroom dan Yetton, telah mengembangkan suatu “pendekatan pohon keputusan” (decision tree approach) untuk mengidentifikasikan gaya keputusan “optimum” tertentu yang sesuai dengan situasi tertentu.
Berbagai Gaya Pembuatan Keputusan Manajemen
Unsur kedua dalam pohon keputusan Vroom-Yetton adalah “gaya” pembuatan keputusan manajemen. Berikut ini adalah gaya yang paling umum :
a.      Manajer membuat keputusan sendiri, dengan menggunakan informasi yang tersedia pada waktu tertentu.
b.      Manajer mendapatkan informasi yang diperlukan dari para bawahan dan kemudian menentukan keputusan yang sesuai.
c.       Manajer membicarakan masalah dengan para bawahan secara individual dan mendapatkan gagasan-gagasan serta saran-saran tanpa mengikut sertakan para bawahan sebagai suatu kelompok.
d.      Manajer membicarakan situasi keputusan dengan para bawahan sebagai suatu kelompok dan kelompok menyusun dan menilai alternatif-alternatif.
Metoda-Metoda Kuantitatif Dalam Pembuatan Keputusan
Operasi berbagai organisasi telah menjadi semakin kompleks dan mahal. Karena itu menjadi semakin sulit dan penting bagi para manajer untuk membuat rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang efektif. Riset operasi bermaksud untuk menggambarkan, memahami, dan memperkirakan atau meramal perilaku berbagai sistem yang kompleks dari kehidupan manusia dan peralatan.

Ciri-ciri Riset Operasi
Ciri-Ciri utama riset operasi adalah sebagai berikut :
1.      Terpusat pada pembuatan keputusan.
2.      Penggunaan metoda ilmiah.
3.      Penggunaan model matematik.
4.      Efektifitas ekonomis.
5.      Bergantung pada komputer.
6.      Pendekatan tim.
7.      Orientasi sistem.
Tahap-tahap Pendekatan Riset Operasi
Pendekatan riset operasi untuk pemecahan masalah mempunyai lima tahap :
1.      Diagnosa masalah
2.      Perumusan masalah
3.      Pembuatan model
4.      Analisa model
5.      Implementasi penemuan
Berbagai Model dan Teknik Riset Operasi
Sebagian besar proyek-proyek riset operasi sangat bersandar pada model matematik. Suatu model matematik mensyaratkan bahwa semua elemen-elemen penting dan hubungan –hubungan sebab-akibat suatu masalah ditentukan. Pembedaan yang biasa dibuat adalah antara model normatif dan deskriptif.
 Model normatif menggambarkan apa yang seharusnya dilakukan.
Model deskriptif menggambarkan segala sesuatu sebagaimana adanya.
Model rantai Markov adalah sutu teknik matematik yang berguna untuk pembuatan model berbagai macam sistem dan proses bisnis.
Programasi dinamik Dalam bisnis, para manajer sering dihadapkan dengan pembuatan keputusan yang menjangkau beberapa periode waktu.
Simulasi adalah kegiatan pelaksanaan percobaan-percobaan dengan suatu model dalam berbagai cara teratur dan direncanakan.


Aplikasi teknik – teknik  Riset Operasi
Ada 8 jenis masalah praktek manajerial dimana teknik – teknik riset operasi diterapkan :
1.         Masalah – masalah persediaan.
Merupakan salah satu jenis masalah yang paling baik dipecahkan dengan tenik – teknik riset operasi karena menyangkut penyeimbangan tujuan – tujuan yang saling bertentengan.
2.         Masalah – masalah alokasi.
Ada 2 jenis masalah alokasi, di mana keduanya dapat dipecahkan dengan programasi linear.
3.         Masalah – masalh antrian.
Menyangkut rancangan berbagai fasilitas untuk memenuhi permintaan akan pelayanan
4.         Masalah – masalah pengurutan.
Membuat urutan stasiun- stasiun kerja sedemikian rupa agar waktu menganggur diminimumkan dan waktu kerja disemua stasiun merata.
5.         Masalah – masalah routing.
Manajer harus memutuskan kapan bagian – bagian suatu pekerjaan dilaksanakan. Contoh : muatan harus dikirim dari A ke B melalui sejumlah tempat antara.
6.         Masalah – masalah penggantian.
Banyak barang mahal organisasi tidak dipakai(missal:truk, trmesin), bila dipertahankan untuk periode waktu yang terlalu lama menjadi tidak efisien dan meningkatkan biaya operasi (misal: biaya pemeliharaan). Penyelesaian masalah : melalui penggunaan programasi linear yang dapat menyarankan jadwal penggantian paling murah.
7.         Masalh – masalah persaingan.
Bagaimana menemukan strategi dan keputusan yang akan memaksimumkan pendapatan di satu pihak dan meminimumkan kehilangan di pihak lain.
8.         Masalh –masalah pencarian.
Mencari keseimbangan yang tepat antara pengadaan informasi yang mencukupi untuk menghindarkan pembuatan keputusan – keputusan yang salah dan menekankan biaya pengumpulan informasi. 


Hari kamis 2 - 05 - 2013

Sumber : bu rijanty , SE,MM Pembantu rektor 2 dan 4.
                @sonyjurusjitu
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar