PEMBUATAN KEPUTUSAN
Pembuatan
keputusan adalah bagian kunci kegiatan manager. Kegiatan ini memainkan peranan penting,
terutama bila manajer melaksanakan fungsi perencanaan. Seluruh proses
perencanaan melibatkan manajer dalam serangkaian situasi pembuatan keputusan.
Kualitas keputusan menentukan efektivitas rencana yang di susun. George P.
Huber membedakan pembuatan tidak terprogram seperti dalam tabel di bawah ini :
Tabel Teknik teknik pembuatan
keputusan tradisional dan modern
|
Type
Type keputusan
|
Tradisional
|
Modern
|
|
Di program : Keputusan –
keputusan rutin dan berulang ulang. Organisasi mengembangkan proses proses
khusus bagi penanganannya
|
1 Kebiasaan
2 kegiatan rutin : prosedur-prosedur
pengoperasian standar
3 struktur organisasi
pengharapan umum
Sistem tujuan
Saluran saluran informasi yang
disusun dengan baik
|
1 teknik teknik riset operasi
: analisa matematik ; model model simulasi komputer
2 pengolahan data elektronik
|
|
Tidak di program : keputusan
keputusan sekali pakai , disusun tidak sehat , kebijaksanaan . ditangani
dengan proses pemecahan masalah umum
|
1 kebijakan intuisi, dan
kreatifitas
2 coba coba
3 seleksi dan latihan para
pelaksana
|
Teknik pemecahan masalah yang
di terapkan pada :
A . latihan membuat keputusamn
B . penyusunan program –
program komputer “heuristik”
|
Keputusan
– keputusan dengan kepastian , resiko , dan ketidak pastian
1. Dalam kondisi kepastian
(cartainty) , para manajer mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan
datang, karena tersedia informasi yang akurat , terpercaya dan dapat di ukur
sebagai dasar keputusan .
2. Dalam kondisi resiko (risk)
menejer mengetahui besarnya probabilitas setiap kemungjinan hasil , tetapi
informasi lengkap tidak tersedia .
3. Dalam kondisi ketidak pastian
(uncertainty) manajer tidak mengetahui probabilitas bahkan mungkin tidak
mengetahui kemungkinan hasil hasil.
Proses
Pembuatan Keputusan
A
priori adalah anggapan bahwa penyelesaian masalah yang paling logik dan jelas
adalah yang lpaling benar .
Tahap
tahap dalam proses pembuatan keputusan adalah sebagai berikut :
Tahap
1 : pemahaman dan perumusan masalah
Tahap
2 : Pengumpulan dan analisa data yang relevan
Tahap
3 : pengembangan alternatif – alternatif
Tahap
4 : evaluasi alternatif – alternatif
Tahap
5 : pemilihan alternatif terbaik
Tahap
6 : implementasi keputusan
Tahap
7 : evaluasi hasil – hasil keputusan
Pohon Keputusan
dan Pembuatan Keputusan
Pohon
keputusan (decision tree) dikembangkan untuk membantu para manajer membuat
serangkaian keputusan yang melibatkan peristiwa – peristiwa ketidakpastian.
Pohon
keputusan adalah suatu peralatan yang menggambarkan secara grafik berbagai
kegiatan yang dapat di ambil dan hubungan kegiatan – kegiatan ini dengan berbagai
peristiwa di waktu mendatang yang dapat terjadi .
Seperti
teknik teknik riset lainya , pohon keputusan tidak akan membuat keputusan bagi
manajer – kebijakan masih akan di perlukan. Dalam berbagai situasi yang tepat ,
penggunaan pohon keputusan akan mengurangi kekacauan potensial dalam suatu
masalah kompleks dan memungkinkan manajer untuk menganalisa masalah secara
rasional .
KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PEMBUATAN
KEPUTUSAN
Para manajer
akan sulit untuk membuat keputusan-keputusan tanpa melibatkan para bawahan.
Para manajer lainnya sangat keras menghindari keterlibatan kelompok, karena
mereka merasa bahwa hal itu lambat, tidak praktis dan sering menghasilkan
keputusan-keputusan yang kurang berbobot.
Berbagai kebaikan dan kelemahan
pembuatan keputusan kelompok.
|
No.
|
Kebaikan
|
Kelemahan
|
|
1.
|
Dalam
pengembangan tujuan, kelompok memberikan jumlah pengetahuan yang lebih besar.
|
Berdasarkan
pertimbangan nilai dari waktu sebagai salah satu sumber daya organisasi,
keputusan kelompok sangat memakan biaya.
|
|
2.
|
Dalam
penilaian alternatif, kelompok mempunyai kerangka pandangan yang lebih lebar.
|
Pembuatan
keputusan kelompok adalah tidak efisien bila keputusan harus dibuat dengan
cepat.
|
|
3.
|
Kreativitas
yang lebih besar dihasilkan dari interaksi antar individu.
|
Keputusan
kelompok, dalam berbagai kasus, dapat merupakan hasil kompromi.
|
Karakteristik-karakteristik Berbagai
Situasi Keputusan
Dua
peneliti, Vroom dan Yetton, telah mengembangkan suatu “pendekatan pohon
keputusan” (decision tree approach) untuk mengidentifikasikan gaya keputusan
“optimum” tertentu yang sesuai dengan situasi tertentu.
Berbagai Gaya Pembuatan Keputusan
Manajemen
Unsur
kedua dalam pohon keputusan Vroom-Yetton adalah “gaya” pembuatan keputusan
manajemen. Berikut ini adalah gaya yang paling umum :
a. Manajer membuat keputusan
sendiri, dengan menggunakan informasi yang tersedia pada waktu tertentu.
b. Manajer mendapatkan informasi
yang diperlukan dari para bawahan dan kemudian menentukan keputusan yang
sesuai.
c. Manajer membicarakan masalah
dengan para bawahan secara individual dan mendapatkan gagasan-gagasan serta
saran-saran tanpa mengikut sertakan para bawahan sebagai suatu kelompok.
d. Manajer membicarakan situasi
keputusan dengan para bawahan sebagai suatu kelompok dan kelompok menyusun dan
menilai alternatif-alternatif.
Metoda-Metoda Kuantitatif Dalam
Pembuatan Keputusan
Operasi
berbagai organisasi telah menjadi semakin kompleks dan mahal. Karena itu
menjadi semakin sulit dan penting bagi para manajer untuk membuat
rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang efektif. Riset operasi bermaksud
untuk menggambarkan, memahami, dan memperkirakan atau meramal perilaku berbagai
sistem yang kompleks dari kehidupan manusia dan peralatan.
Ciri-ciri Riset Operasi
Ciri-Ciri
utama riset operasi adalah sebagai berikut :
1. Terpusat pada pembuatan
keputusan.
2. Penggunaan metoda ilmiah.
3. Penggunaan model matematik.
4. Efektifitas ekonomis.
5. Bergantung pada komputer.
6. Pendekatan tim.
7. Orientasi sistem.
Tahap-tahap Pendekatan Riset Operasi
Pendekatan
riset operasi untuk pemecahan masalah mempunyai lima tahap :
1. Diagnosa masalah
2. Perumusan masalah
3. Pembuatan model
4. Analisa model
5. Implementasi penemuan
Berbagai Model dan Teknik Riset
Operasi
Sebagian
besar proyek-proyek riset operasi sangat bersandar pada model matematik. Suatu
model matematik mensyaratkan bahwa semua elemen-elemen penting dan hubungan
–hubungan sebab-akibat suatu masalah ditentukan. Pembedaan yang biasa dibuat
adalah antara model normatif dan deskriptif.
Model normatif menggambarkan apa yang seharusnya
dilakukan.
Model deskriptif menggambarkan segala sesuatu
sebagaimana adanya.
Model rantai Markov adalah sutu teknik matematik
yang berguna untuk pembuatan model berbagai macam sistem dan proses bisnis.
Programasi dinamik Dalam bisnis, para manajer
sering dihadapkan dengan pembuatan keputusan yang menjangkau beberapa periode
waktu.
Simulasi adalah kegiatan pelaksanaan
percobaan-percobaan dengan suatu model dalam berbagai cara teratur dan
direncanakan.
Aplikasi teknik – teknik Riset Operasi
Ada
8 jenis masalah praktek manajerial dimana teknik – teknik riset operasi
diterapkan :
1. Masalah – masalah persediaan.
Merupakan
salah satu jenis masalah yang paling baik dipecahkan dengan tenik – teknik
riset operasi karena menyangkut penyeimbangan tujuan – tujuan yang saling
bertentengan.
2. Masalah – masalah alokasi.
Ada
2 jenis masalah alokasi, di mana keduanya dapat dipecahkan dengan programasi
linear.
3. Masalah – masalh antrian.
Menyangkut
rancangan berbagai fasilitas untuk memenuhi permintaan akan pelayanan
4. Masalah – masalah pengurutan.
Membuat
urutan stasiun- stasiun kerja sedemikian rupa agar waktu menganggur
diminimumkan dan waktu kerja disemua stasiun merata.
5. Masalah – masalah routing.
Manajer
harus memutuskan kapan bagian – bagian suatu pekerjaan dilaksanakan. Contoh :
muatan harus dikirim dari A ke B melalui sejumlah tempat antara.
6. Masalah – masalah penggantian.
Banyak
barang mahal organisasi tidak dipakai(missal:truk, trmesin), bila dipertahankan
untuk periode waktu yang terlalu lama menjadi tidak efisien dan meningkatkan
biaya operasi (misal: biaya pemeliharaan). Penyelesaian masalah : melalui
penggunaan programasi linear yang dapat menyarankan jadwal penggantian paling
murah.
7. Masalh – masalah persaingan.
Bagaimana
menemukan strategi dan keputusan yang akan memaksimumkan pendapatan di satu
pihak dan meminimumkan kehilangan di pihak lain.
8. Masalh –masalah pencarian.
Mencari
keseimbangan yang tepat antara pengadaan informasi yang mencukupi untuk
menghindarkan pembuatan keputusan – keputusan yang salah dan menekankan biaya
pengumpulan informasi.
Hari kamis 2 - 05 - 2013
Sumber : bu rijanty , SE,MM Pembantu rektor 2 dan 4.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar